XI IPA 2/JAKA TARUB/KELAS BATU

Terserah mau disebut XI IPA 2 atau Jaka Tarub atau Kelas Batu, kelas ini isinya akan tetap 42 siswi (tadinya 43 siswi) dan seorang wali kelas.

984231_4934783289309_50643480_n

Sudah menjadi tradisi di sekolah saya untuk memberi nama kelas masing-masing. angkatan saya pun mengangkat tema “legenda” sebagai nama-nama kelas, biar kompak gitu ceritanya. Jadi, ada Roro Jonggrang, Jaka Tarub, Hanoman, Si Pitung, Si Jampang, dan Dewi Sri. Setiap nama tersebut merupakan singkatan yang mengandung arti tersendiri atau mungkin memiliki tagline sesuai keinginan kelas masing-masing. Jujur, sampai sekarang saya nggak tau Jaka Tarub itu singkatan dari apa -__- dulu pernah tau sih awal-awal tapi sekarang sudah lupa karena singkatannya terlalu panjang, hehehe.

Hari pertama masuk sekolah sebagai anak kelas 11 dan tau akan menghabiskan satu tahun bersama di XI IPA 2, awalnya saya senang karena banyak teman dekat saya ada di kelas ini walaupun banyak juga yang belum kenal. Pada hari terakhir masuk sekolah pun saya tetap senang pernah menjadi bagian dari Jaka Tarub :)

Kenapa kelas ini disebut kelas batu? XI IPA 2 adalah kelas yang berisi banyak anak-anak pintar, begitu kata guru Biologi saya. Hmm sudah terbukti sih sebenarnya, dari hasil ulangan mid-semester atau ulangan umum, biasanya Jaka Tarub yang memimpin nilai di antara kelas IPA yang lain. Tapi kelas ini cenderung pasif dan tidak aktif dalam menjawab pertanyaan secara lisan. Oleh karena itu, guru Biologi saya jugalah yang memberikan julukan “Kelas Batu”. Entah karena faktor apa juga, kalau semua kelas berkumpul di aula dan sedang diabsen per kelas, Jaka Tarub hanya akan diam dan cuma tunjuk tangan doang, sementara kelas lain akan tunjuk tangan sambil berteriak “HADIR!” “PANG!” “OMAN!” “UYEA!” dan sebagainya. Batu banget, kan?

Hmm Jaka Tarub. Sampai akhir semester pun kelas ini belum sekompak yang saya harapkan dan bayangkan, entah kenapa. Sebagian dari kelas ini sudah berbaur dengan yang lain dan punya teman-teman baru tapi sebagian lain belum. Saya sendiri jadi kenal banyak teman yang waktu kelas 10 masih clueless “Siapa sih dia? Kaya apa sih orangnya?” tapi perkenalan dan menjadi dekat itu belum menyeluruh ke semua kelas.

Kalo masalah kenangan bersama Jaka Tarub, punya kok, punya banget banyak kenangan sama Jaka Tarub. Dari yang senang-senang sampai yang nista dan dicaci maki kelas lain. Punya semuanya kok. Tapi meninggalkan Jaka Tarub tidak membuat saya sedih dan kehilangan seperti yang dirasakan anak-anak di beberapa kelas lain yang super sedih bakal pisah sama kelasnya. Kenapa? Gak tau juga kenapa, gak dapat menemukan alasan yang tepat.

Intinya, satu tahun ajaran ini sudah berakhir bersama Jaka Tarub. Walaupun kurang membekas di hati, terima kasih untuk Jaka Tarub yang sudah menemani satu tahun ini dalam belajar dan ketawa bareng dan menghadapi masalah guru-guru yang sering ngambek. Mungkin kita belum sekompak kelas-kelas lain, mungkin kita lebih banyak kalah daripada menang kalo classmeeting, tapi kita semua tetep keren kok. Kita semua naik kelas dengan nilai memuaskan (bahkan Alvina jadi juara umum!!). Hidup akang, hidup juga bidadari! :”)

Image

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s